Pages

Sabtu, 11 Juni 2011

DAMPAK NEGATIF DARI IPTEK

Kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi dapat menghancurkan moral atau akhlak manusia, karena manusia tidak bisa mengambil nilai manfaat dari tekhnologi yang digunakan.
Kemajuan sains dan tekhnologi juga memberikan dampak negative dianataranya di bidang :
1.  Informatika, Misalnya, praktik-praktikpencurian melalui jaringan computer dan internet, pembobolan bank, bahkan pembocoran rahasia sebuah Negara, tersebarnya situs-situs porno.
2.   Persenjataan, Misalnya, senjata dengan uranium, nuklir, senjata pemusnah masal dll.
3.   Biologi, misalnya cloning, dengan rekayasa cloning ini mungkin melakukan praktek untuk menciptakan manusia, sesungguhnya penciptaan manusia tanpa perkawian itu merupakan masalah dari dampak tekhnologi yang berkembang pesat.
4. Lingkungan hidup,  misalnya akibat pembangunan industry dan terjadinya pembuangan limbah itu merupakan masalah dari tekhnologi yang menyebabkan lingkungan tercemar,pembangunan di lingkungan yang tidak tepat akan berdampak pada lingkungan itu sendiri, 
5.   Medis, kemajuan tekhnologi kedokteran sangat pesat banyak peralatan medis yang ditemukan dan berdampak negative bagi pasien misalnya dokter yang memaksa kepada pasien untuk dilakukannya operasi dengan mendiagnisaa pasien itu sendiri.

NILAI, MORAL DAN HUKUM

NILAI 
Pembahasan mengenai nilai termasuk dalam kawasan ETIKA. Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu berkaitan dengan nilai.
Bukti : Kita mengatakan dia baik.
Mobil itu bagus
Nilai menjadikan manusia terdorong untuk melakukan tindakan agar harapan itu terwujud dalam kehidupannya. Nilai diharapkan manusia sehingga mendorong manusia berbuat
contoh nilai: Keindahan, keadilan, kemanusiaan, kesejahteraan, kearifan, keanggunan, kebersihan, kerapihan, keselamatan dsb
Menurut kamus poerwodarminto nilai diartikan:
a. Harga dalam arti taksiran, misalnya nilai emas
b. Harga sesuatu, misalnya uang
c. Angka, skor
d. Kadar, mutu
e. Sifat-sifat atau hal penting bagi kemanusiaan adalah suatu kualitas atau penghargaan terhadap sesuatu yang menjadi dasar penentu tingka laku seseorang .

Nilai adalah kualitas atau keadaan yang bermanfaat bagi manusia baik lahir maupun batin .
Sesuatu dianggap bernilai apabila sesuatu itu memiliki sifat :
a. Menyenangkan (peasent)
b. Berguna (useful)
c. Memuaskan (satisfying)
d. Menguntungkan (profitable)
e. Menarik (interesting)
f. Keyakinan (belief)

Aliran Objektivisme /idealisme:
Nilai itu objektif , ada pada setiap sesuatu. Tidak ada yang diciptakan di dunia tanpa ada suatu nilai yang melekat di dalamnya.Segala sesuatu ada nilainya dan bernilai bagi manusia, hanya saja manusia belum tahu nilai apa dari objek tersebut. (lentah)

Aliran Subjektifisme :
Nilai suatu objek terletak pada subjek yang menilainya. Misalnya air menjadi sangat bernilai darpada emas bagi orang kehausan di tengah padang pasir . Jadi nilai itu subjektif
Aliran lain : menggabung keduanya :
Adanya nilai ditentukan oleh subjek yang menilai dan objek yang dinilai. Sebelum ada subjek yang menilai maka barang atau objek itu tidak bernilai. Contoh : Harta karun
Prof. Notonegoro mengklasifikasikan 3 nilai :
1. Nilai materiil : yaitu sesuatu yang berguna bagi jasmani manusia
2. Nilai vital : yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melaksanakan kegiatan
3. Nilai kerohanian :
a. nilai kebenaran bersumber pada akal piker manusia ?(rasio, budi, dan cipta)
b. nilai estetika (keindahan) bersumber pada rasa manusia
c. nilai kebaikan atau nilai moral bersumber pada kehendak keras, karsa hati dan nurani manusia
4. Nilai religius (ketuhanan) : yang bersifat mutlak dan bersumber pada keyakinan manusia

Pengertian Kebudayaan : Adalah keseluruhan hasil cipta, rasa, karya dan karsa manusia (Selo Sumarjan).
Cipta adalah proses yang menggunakan daya fikir dan nalar.
Rasa adalah kemampuan panca indera dan hati.
Karya adalah hasil keterampilan seluruh tubuh.
Karsa adalah kehendak atau kemauan.
Hakikat nilai dan moral
3 jenis makna etika yaitu:
1. Etika adalah nilai-nilai atau norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau kelompok dalam mengatur tingkah lakunya
2. Etika adalah kumpulan asas atau nilai moral. Etika yang dimaksud adalah kode etik
3. Etika adalah ilmu tentang baik dan buruk. Etika yang dimaksud sama dengan istilah filsafat moral

MORAL
Moral berarti Akhlak (bhs. Arab) atau Kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin atau tata tertib hati nurani yang menjadi pembimbing tingkah laku batin dalam hidup
dalam bhs Yunani “ETHOS” yang menjadi “etika” Adalah ajaran tentang baik-buruk yang diterima
Masyarakat umum tentang sikap, perbuatan, kewajiban dsb.
Moral = etika, etik, akhlak, kesusilaan dan budi pekerti


HUBUNGAN NILAI DENGAN MORAL
Moral adalah bagian dari nilai yaitu nilai moral. Tidak semua nilai adalah moral. Nilai moral berkaitan dengan perilaku manusia (human) tentang hal baik-buruk

Dalam filsafat nilai dibedakan 3 jenis :
1. Nilai logika yaitu nilai tentang benar-salah
2. Nilai etika yaitu nilai tentang baik-buruk
3. Nilai estetika yaitu nilai tentang indah jelek
Nilai etik/etika adalah nilai tentang baik-buruk yang berkaitan dengan perilaku manusia. Jadi kalau kita mengatakan etika orang itu buruk, bukan berarti wajahnya buruk tetapi menunjuk perilaku orang itu yang buruk. Nilai etik adalah nilai moral Jadi Moral yang dimaksudkan adalah nilai moral sebagai bagian dari nilai

NORMA
Norma merupakan kongkretisasi dari nilai (perwujudan dari nilai). Setiap norma pasti terkandung nilai di dalamnya. Nilai sekaligus menjadi sumber bagi norma. Tanpa ada nilai tidak mungkin terwujud norma. Tanpa dibuatkan norma maka nilai yang hendak dijalankan itu mustahil terwujudkan. Contoh: ada norma yang berbunyi : “dilarang merokok” norma tersebut dimaksudkan agar terwujud nilai kesehatan. Akhirnya yang tampak dalam kehidupan dan melingkupi kehidupan kita bukan nilai, tetapi norma atau kaidah
Norma atau kaidah adalah ketentuan-ketentuan yang menjadi pedoman dan panduan dalam bertingkah laku di kehidupan masyarakat. Norma berisi anjuran untuk berbuat baik dan larangan untuk berbuat buruk dalam bertindak sehingga kehidupan ini menjadi lebih baik
Norma-norma yang berlaku di masyarakat :
1) Norma Agama yaitu peraturan hidup manusia yang berisi perintah dan larangan yang berasal dari Alloh
2) Norma Moral/kesusilaan yaitu peraturan/kaedah hidup yang bersumber dari hati nurani dan merupakan nilai-nilai moral yang mengikat manusia
3) Norma Kesopanan yaitu peraturan/kaidah yang bersumber dari pergaulan hidup antar manusia
4) Norma Hukum yaitu peraturan/kaidah yang diciptakan oleh kekuasaan resmi atau negara yang sifatnya mengikat dan memaksa

HUKUM
Hukum pada dasarnya adalah bagian dari norma yaitu norma hukum. Perbedaan norma hukum dengan norma lainnya :
1. Norma hukum datangnya dari luar diri kita sendiri, yaitu dari kekuasdaan/lembaga yang resmi dan berwenang
2. Norma hukum dilekati sanksi pidana atau pemaksa secara fisik, norma lain tidak dilekati sanksi pidana secara fisik
3. Sanksi pidana atau sanksi pemaksa itu dilaksanakan oleh aparat negara

Orang yang melanggar norma kesopanan tidak mempunyai rasa malu bila disisihkan dari pergaulan, orang yang melanggar norma kesusilaan tidak akan merasa menyesal. Orang yang melanggar norma agama tidak akan takut kepada sanksi di akhirat. Bagi orang-orang yang demikian dapat menimbulkan kekacauan di masyarakat, maka norma hukum perlu dipaksakan agar orang-orang mematuhi peraturan hidup
Norma hukum diperlukan karena :
1. Karena bentuk sanksi dari ketiga norma belum cukup memuaskan dan efektif untuk melindungi keteraturan dan ketertiban masyarakat
2. Masih ada perilaku lain yang perlu diatur di luar ketiga norma di atas (misal perilau di jalan raya)
Norma hukum berasal dari norma agama, kesusilaan dan kesopanan, Isi ketiga norma tersebut dapat diangkat sebagai norma hukum.

MANUSIA DAN PENDERITAAN

Pengertian
Derita adalah menanggung/ merasakan sesuatu yang tidak menyenagkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intentitas penderitaan bertingkat-tingkat ada yang berat dan ada pula yang ringan. Sesuatu yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu menjadi derita untuk orang lain. Bahkan bisa juga penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang/ langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Penderitaan dapat dibagi dua, yaitu: penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia, hal ini terjadi akibat adanya interaksi antara manusia dengan manusia atau manusia dengan lingkungan. Kedua, penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan atau azab Tuhan. Terkadang manusia selalu ingat pada Tuhan-Nya apabila sedang menderita dan lupa apabila sedang bahagia.

Pengaruh penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang muncul dapat berupa sikap negatif misalnya kecewa atau penyesalan karena tidak bahagia, putus asa, bahkan bunuh diri.

MANUSIA DAN PERADABAN

Peradaban adalah kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu dari suatu masyarakat, yang tercermin dalam tingkat intelektual, keindahan, teknologi dan spiritual. Pada waktu perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya terwujud unsure-unsur budaya yang bersifat halus, indah, tinggi, sopan, dan luhur. Maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut dikatakan peradaban yang tinggi. Peradaban memiliki kaitan erat dengan kebudayaan. Kebudayaan pada hakikatnya adalah hasil cipta (akal) bahwa manusia menghasilkan ilmu pengetahuan, rasa (kemampuan rasa manusia melalui alat-alat inderanya menghasilkan beragam barang seni dan bentuk-bentuk kesenian), dan rasa manusia (menghendaki kesempurnaan hidup, kemuliaan dan kebahagiann sehingga menghasilkan berbagai aktivitas hidup manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Hasil /produk kebedayaan manusia inilah yang menghasilkan peradaban.
Tinggi rendahnya peradaban suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan, tingkat kependidikan salah satu cirri yang penting dalam definisi peradaban adalah berbudaya(cultured), orang yang cultured adalah orang yang mampu menghayati dan memahami hasil kebudayaan adiluhung yang hanya bia didapatkan dengan pendidikan yang tarafnya tinggi.
Manusia adalah makhluk yang beradab sebab dianugerahi harkat, martabat dan potensi kemampuan yang tinggi. Dalam perkembangannya bisa jatuh dalam prilaku kebiadaban Karena tidak mampu menyeimbangkan atau mengendalikan cipta, rasa dan karsa yang dimilikinya dan manusia tersebut telah melanggar hakikat kemanusiaanya.
Wujud peradaban moral:
a. Nilai-nilai dalam masyarakat hubungannya dengan kesusilaan.
b. Norma: aturan, ukuran atau pedoman yang digunakan dalam menentukan sesuatu benar/ salah,baik/buruk.
c. Etika: nilai-nilai dan norma moral tentang apa yang baik dan buruk menjadi pegangan dalam mengatur btingkah laku manusia.
d. Estetika: berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam keindahan, kesatuan, keselarasan dan kebaikan.
Perkembangan kebudayaan yang telah mendapat tingkat tertentu yang dieroleh manusia pendukungnya taraf kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu tercermin pada pendukungnya yang dikatakan sebagai beradab atau mencapai peradaban yang tinggi. Jadi, evolusi kebudayaan bisa mencapai sampai pada taraf tinggi yaitu peradaban.
Peradaban lahir sebagai respon manusia yang dengan segenap daya upaya dan akalnya menghadapi, menaklukan dan mengolah alam sebagai tantangan guna mencukupi kebutuhan dan melestarikan kelangsungan hidupnya.

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Pengertian 
Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan petunjukhidup dan di dunia.
Pandangan hidup artinya pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup dapat diklasifikasikan kedalam 3 macam, yaitu:
1) Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2) Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut.
3) Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relative kebenarannya.

Sumber pandangan hidup
1) Agama (islam memiliki nilai kebenarannya mutlak).
2) Nilai-nilai budaya suatu bangsa.
3) Pancasila
4) Hasil renungan seseorang hingga menjadi ajaran etika untuk hidup

Ideologi.
Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi. Maka pandangan itu disebut ideologi. Jika orgabisasi itu organisasi politik, maka ideologinya disebut ideologi politik. Begitupun jika ideologinya Negara disebut ideology Negara.
Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur cita-cita, kebajikan, usaha, dan keyakinan atau kepercayaan.


Pandangan Hidup yang Baik

Manusia pasti mempunyai pandangan hidup bagaimana pun bentuknya. Namun memperlakukan pandangan hidup itu tergantung dari orang bersangkutan. Dan yang terpenting kita harus mempunyai konsep/langkah-langkah untuk memperlakukan pandangan hidup, diantaranya:
Konsep 5 M
Mengetahui. Tahap awal sebagai suatu kodrat bagi manusia dari setiap aktivitas hidupnya. Misalnya saja kita sebagai makhluk beragama, pasti mempunyai pandangan hidup dalam beragama, khususnya Islam, mempunyai pandangan hidup Al-Qur’an, Hadist, dan Ijma’ ulama yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
Mengerti. Disini manusia atau kita mengerti terhadap pandangan hidup dalam agama khususnya Islam. Karena dengan mengerti, ada kecenderungan apa yang terdapat dalam pandangan hidup itu sendiri.
Menghayati. Dengan menghayati pandangan hidup, kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup.
Memahami. Berarti secara langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadap pandangan hidup itu. Segala tingkah lakunya pun selalu dipengaruhi oleh pandangan hidup yang diyakininya.
Mengamalkan. Sesuatu yang telah dibenarkan dan diterimanya sebagai perwujudan.

MANUSIA, SAINS DAN TEKNOLOGI

Sains dan teknologi dapatberkembang melalui penemuan (discovery), penciptaan (invention), melalui berbagai informasi dan rekayasa. Kegunaan iptek bagi manusia sangat bergantung dari moral, norma dan hukum yang mendasarinya. IPTEK tan pa nilai sangat berbahaya dan manusia tanpa IPTEK mencerminkan keterbelakangan.
Sains adalah ilmu pengetahuan yang teratur (sistematis) yang dapat diuji kebenarannya sesuai dengan realita. Sedangkan teknologi merupakan keterampilan manusia menggunakan sumber daya alam untuk memecahkan suatu masalah yang dihadapi dalam kehidupan.
Perkembangan teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat mendatangkan kamakmuram materi. Dengan menggunakan cabang-cabang ilmu pengetahuan baru, kita dapat memperoleh hasil.
Iptek dan nilai. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bergerak cepat, sehingga perlu ditanggapi dan dipersiapkan dalam menghadapinya sesuai kebutuhan bangunan. Teknologi dapat membawa bencana, sebaliknya juga telah terbukti bahwa bagi mereka yang dapat memanfaatkannya teknologi tersebut dapat menolong mereka dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
 Manusia sebagai objek an subjek iptek. Dengan adanya kemajuan ilmu teknologi manusia dapat menciptakan perlengkapan yang canggih untuk berbagai kegiatan sehingga dalam kegiatan kehidupannya terseia berbagai kemudahan.

Makna iptek

  • Perkembangan teknologi dapat menghasilkan kemakmuran bagi masyarakat.misalnya seseorang yang tidak memiliki mobil pribadi tetapi masih bisa naik mobil walaupun mobil umum.
  • Sifat ketidakpuasan manusia mendorong kemajuan teknologi digunakan untuk memudahkan kehidupan manusia. Misalnya merasa tidak puas dengan harta yang dimilikinya saat ini.
Nilai iptek
  • IPTEK digunakan sesuai dengan kebutuhan pembangunan.misalnya adanya alat/ media belajar yang dibiarkan begitu saja.
  • Perkembangan IPTEK harus mampu menyesuaikan nilai yang dianut suatu masyarakat. Misalnya penggunaan telephon friend yang belum tentu sesuai dengan islam.
Tingkat teknologi berdasarkan penerapannya dapat dibagi sebagai berikut:
  1. Teknologi tinggi (Hi-tech) adalah suatu jenis teknologi mutahir yang dikembangkan dari hasil penerapan ilmu pengetahuan tersebut. Ciri-ciri teknologi ini adalah padat modal, didukung realitas riset dan pengembangannya, biaya perawatan tinggi, keterampilan operatornya tinggi dan masyarakat penggunanya ilmiah. Contoh bioteknologi, computer, laser, satelit komunikasi, dan sebagainya.
  2. Teknologi madya adalah suatu teknologi yang dapat dikembangkan dan didukung masyarakat yang lebih sederhana dan dapat digunakan dengan biaya dan kegunaan yang paling menguntungkan. Ciri teknologi ini adalah tidak memerlukan biaya yang sangat besar dan pengetahuan baru, karena telah bersifat rutin. Penerapan teknologi madya bersifat setengah padat modal dan padat karya, unsur-unsur yang mendukungnya biasanya dapat diperoleh didalam negeri dan keterampilan pekerjaannya tidak terlalu tinggi.
  3. Teknologi tepat guna. Ciri teknologi ini dengan skala modal kecil, peralatan yang digunakan sederhana dan pelaksanaanya bersifat padat karya. Biasanya dilakukan di Negara-negara berkembang, karena dapat membantu perekonomian pedesaan, mengurangi urbanisasi dan menciptakan tradisi teknologi dari tingkat paling sederhana.
Faktor penghambat manusia untuk maju, antara lain:
  1. Disiplin yang rendah.
  2. Daya juang yang rendah.
  3. Tidak jujur
  4. Bahasa, dan tidak adanya penghargaan.
Dampak negative atas penyalah gunaan IPTEK
Kemajuan IPTEK di satu sisi dapat membantu atau mempermudah kinerja manusia dalam menjalankan usaha/ kreativitas dan aktivitas, akan tetapi disisi lain dengan kemajuan dan perkembangan IPTEK dapat menghancurkan moral dan akhlak manusia, karena manusia tidak bisa mengambil nilai manfaat dari teknologi yang digunakan/ manusia menyalahgunakan IPTEK itu untuk kepentingan ”hasrat” sesaat. Beberapa dampak lain muncul antara lain dalam bidang informatika, persenjataan, biologi, medis dan lingkunganhidup.
 
Pengaruh perkembangan IPTEK terhadap pola kemanusiaan aliensi.
  1. Aliensi adalah suatu kondisi psikologis suatu individu yang dinafasi oleh kesadaran semu (misteri keabadian termasuk Tuhan), keberadaban, dan dirinya sendiri sebagai individu dan komunitas.
  2. Perkembanga IPTEK yang semakin pesat dan cenderung meniru budaya barat bisa jadi menciptakan sebuah aliensi budaya.
  3. Kemajuan-kemajuan memungkinkan banyaknya pilihan dan membuka kesempatan tumbuhnya materialism dan rasinolisme dengan kuar biasa, tuntutan hidup begitu tinggi, kemakmuran yang dicapai tidak terkendali, gaya hidup menjadi konsumtif dan hedonistik.
  4. Perkembangan teknologi yang melanda hidup manusia harus dikuasai pemanfaatannya. Jangan sampai perkembangan media menjadikan manusia sebagai objek, menyeret dan memaksanya pada modal kehidupan yang menyimpang.

MANUSIA DAN LINGKUNGAN

Pengertian manusia dan lingkungan

Manusia adalah makluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan fotensinya yang tunduk kepada aturan-aturan Tuhan. 
Lingkungan adalah suatu media dimana makhluk hidup tinggal, mencari penghidupan dan memiliki karakter serta potensi yang sama.
Realisasi manusia dan lingkungan adalah hubungan yang timbale balik dan simbolik mutualisme. Disebut simbiotik mutualisme karena manusia hidup dialam lingkungan hidup dan alam sebagai lingkungan hidup juga membutuhkan manusia untuk pelestariannya. Jadi, manusia butuh alam untuk kehidupannya dan alam juga membutuhkan manusia untuk pelestariannya.
Dalam islam ada dua fungsi manusia didalam kehidupannya. Pertama sebagai abdun atau hamba Allah dan kedua sebagai khalifah atau wakil Allah di bumi.
Didalam fungsi yang pertama fungsi manusia adalah untuk melakukan pengabdian dan dalam fungsi kedua sebagai khalifah. Manusia memiliki fungsi amanah, tanggung jawab, wewenang, kebebasanmenent5ukan pilihan dan kreativitas akal.
 
Copyright (c) 2010 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR (ISBD). Design by WPThemes Expert

Themes By Buy My Themes, Gifts for GirlFriend And Skull Belt Buckles.